Oleh2 Pulang Kandang

Posted on 2 April 2008 by zasachi.
Categories: MaRinE.

Penasaran sama kegiatan Pulang Kandang anak2 Marine Science (Pulang Kandang itu sebutan buat kegiatan Orientasi Pengenalan Program Study), malam kemaren aku nelp Yayang, soalnya dari angkatan 2000 yang cewek cm Yayang, Rinay ma Iyak yang ngikutin acara tersebut. Aku sendiri gak bisa ikut, gmn mo ngatur cuti, lha dapat kabar kapan acara berlangsung aja seminggu sebelum hari H.. :(

Menurut Yayang… acara bisa di bilang sukses, meski acara pengukuhan yang biasanya dilakukan di jetty dan di akhiri dengan mengajak para junior buat nyebur ke laut barengan, harus di ganti dengan berkumpul di sepajang jalan menuju jetty…

“Tau simpang yang mo ke jetty ntu za? nah..di situ udah terjadi abrasi. Ayank seh gak langsung liat gmn parahnya, karena Ayang nyampe dumai sore, malamnya udah mulai acara…Tapi menurut Arif, jalan itu gak layak lagi buat di lalui, sekarang hanya di beri tumpukan karung2, mungkin untuk mencegah abrasi yg lebih parah….” (aku jadi mikir, emang ngefek apa?)

“Tapi anehnya, jetty yg udah roboh (cesss…sakit banget dengarnya…) malah di tumbuhi mangrove, dan nyaris sisa bangunan jetty ketutup ma mangrove…..”

Aku jadi ingat, akhir tahun 2004 saat aku melakukan riset semuanay masih baik2 saja…

“Ayang gak ada main ke rumah kapal, jadi gak gitu tau gmn kondisinya, gitu juga dengan KM Senangin… gak tau gmn kabarnya… :(

“Tau ruang perkuliahan kita? sekarang ada kerjasama sama PGSD jadi di cat warna pink sekarang…” (norak!)

Semua tentang Marine bikin miris, aku hanya bisa tertawa saat Yayang cerita tentang lugunya junior2 baru dan gmn antusiasnya mereka mengikuti acara yg diadakan oleh panitia…

Dalam hati cm bisa berharap bisa ikutan di tahun depan… ^^

Semuanya berubah…. ^^

Posted on 1 April 2008 by zasachi.
Categories: Tak Berkategori.

Membaca sms dari Ilham (eks teman SMU dulu) mengingatkanku pada perjalanan nasib… (halah!/suer, gue serius).

Dulu semasa SMU, Ilham meskipun sekelas denganku yang berarti duduk di kelas unggulan (ehm..ehm…please deh…,/ ini kan zamannya gue SMU, zaman baheulak…. :D), neh anak lumayan ngeselin-kalo gak mo di bilang badung-, gimana enggak? hobby ngelemparin kapur ke anak2 cewek susah banget di ilangin dari kehidupannya.. (kehidupan SMU tentunya, kalo sekarang mah…sdh beda..). Niatnya emang buat iseng, tp hampir semua teman2 cewek merasa sangat terganggu, apalagi harus ngeliat dia cengengesan kalau lemparannya gak meleset. (4 Ilham: peace dah il…)

Sekarang bekerja di Bank Pembangunan Daerah di kotaku. Kalau ngomong aja, berkelas banget dah gayanya..qeqeqeqe…

Lain Ilham, lain pula Siti (yg ini malah teman dekat banget), sejak duduk di bangku SMU neh anak gak pernah bercita2 jadi guru. Ambisinya bisa masuk fakultas kedokteran (sebenarnya seh gak cm dia, gue juga dulu bercita2 bisa masuk kedokteran… :D, tp nasib bicara laen…/masak seh???). Menjelang UMPTN, neh anak sempat curhat kalo dia sedang bingung, soalnya ortu dan kakak2 nya terlalu mencampuri keinginannya memilih fakultas yg di inginkan dan universitas mana yg jadi sasaran. Gagal di UMPTN, nekat milih PGSD, padahal dia sama sekali gak minat ke sana….hanya karena kesal dengan org rumah yg nyuruh milih ini, kuliah di situ, ambil program ini, bla bla bla ini dan itu….

Sekarang sedang mengambil program penyetaraan, karena dia di terima pada tes PNS, dan siapa sangka juga bakal ketemu jodoh di kampus PGSD nya dulu… (4 siti: Peaces juga ya..)

Yang membuat hatiku miris adalah cerita Ida (nama harus di samarkan), sejak kelas satu kami sama2 di kelas unggulan, tp harus berpisah di kelas 3, karena dia sama sekali gak minat dengan eksakta, jadinya saat pemilihan jurusan di kelas 3, kami berpisah… (aku dan siti masuk IPA unggulan, sedang dia masuk IPS unggulan). Anaknya pinter banget, meski untuk menyaingi Aswin (si bintang kelas yg kini mungkin udah jadi dokter benaran) bukanlah perkara mudah, tp di bidang sosial, sejarah, ekonomi, bahasa indonesia, dia sangat menonjol. Kelebihannya adalah dia dengan mudah dapat mengingat apa saja yg baru di bacanya, sehingga kalo menghadapi ujian dadakan, dia jagonya..

Sekarang kabar darinya benar2 membuat hatiku miris, gmn enggak? beberapa kali dia menghubungi ku, isinya selalu sama, “aku butuh kerjaan, za..please..bantu aku”. Pasti sulit buatnya menjadi single parent bagi putri satu2nya (knp bisa jadi single parent, maaf tidak bisa di jelaskan di sini) yah…begitu tamat SMU dia lebih memilih menikah, gak ada alasan khusus, dia hanya sama sekali tidak berminat untuk melanjutkan kuliahnya… Lantas pekerjaan apa yg bisa aku tawarkan, kalau aku sendiri hanya seorang karyawan kontrak??

Lain lagi dengan Donny si ketua OSIS, katanya dia bakal ngelanjutin pendidikannya ke Aussie… (duh, jadi pengen… :D)

Dan yg lebih unik lagi, aku bisa ketemu ma Wirda di kantor ini… Terkadang dunia emang selebar daun kelor… (4 wirda: pernah bercita2 gak jadi seperti sekarang?)

Walimatul ‘ursy nya Nanik

Posted on 19 Maret 2008 by zasachi.
Categories: Catatan Perjalanan.

Jika kamu wanita yg melajang, dengan latar pendidikan yg cukup tinggi, kemudian punya pekerjaan yg tetap dan menduduki posisi yg mantap, apakah kamu akan membuat kriteria yg cukup tinggi buat seseorang yg kelak akan menjadi teman hidupmu?

Kalau pertanyaan itu di lemparkan padaku, maka aku akan menjawab “tidak”, kenapa? ya karena secara juga aku bukan apa2, aku hanya menyelesaikan kuliah di PTN yg biasa2 aja (bukan PTN favorit) dan tamat dgn nilai biasa2 aja, dan sekarang aku hanya karyawan biasa, dan statusnya pun masih kontrak..^^, tp seandainyapun aku adalah wanita dengan segala kelebihan seperti yg aku sebutkan di atas, setelah melihat pengalaman seorang kenalanku, maka jawabanku tetap “tidak”. Cerita di bawah ini mungkin bisa menjadi pelajaran, bahwa kriteria mencari teman hidup yg mencakup wajah, pendidikan yang tinggi dan pekerjaan bukan segala2 nya:

Namanya Nanik, dia seorang dokter. Perjalananya menemukan teman hidup (suaminya sekarang) membuat hampir semua orang nyaris geleng2 kepala. Kenapa tidak? Nanik jebolan Fakultas Kedokteran dari salah satu PTN di pulau jawa (PTN favorit kan?), setelah tamat langsung bekerja. Nanik berasal dari keluarga yg cukup terpandang di lingkungan tempat tinggalnya, dan keputusan nanik buat menikah membuat keluarga besarnya marah.

Aku sendiri sempat tidak percaya, kamu tau? Nanik memutuskan untuk menikah dengan seorang pria yg profesinya cuma supir truk. Ya..seorang supir truk…Orang2 pasti berfikir pasti ada “apa2″ sampai akhirnya nanik memutuskan untuk menikah dgn pria itu. Apa yg dipikirkan org tentang supir truk? aku sendiri selalu mengira kalau mereka para supir truk atau bus2 yg melakukan perjalanan malam selalu suka mabuk, karena aku pernah melihat supir bus yg melakukan perjalanan malam medan-pekanbaru melakukannya. Jika mereka muslim, apakah sholat 5 waktunya selalu tepat waktu? atau malah banyak yg tertinggal…..

Tapi pria yg menjadi suami nanik membuat aku berkali2 istighfar, karena dia pria yg berbeda. Kehadirannya pada saat melamar Nanik ke ortu nanik, membuat org2 yg pada awalnya merasa aneh, akhirnya yakin bahwa nanik memilih org yg tepat.

Wajahnya tidak tampan, tp tatapan matanya teduh, bicaranya lembut, hobbynya membaca…aku juga baru tau kalo selama kuliah Nanik ternyata sering minta pendapatnya untuk beberapa masalah yg nanik sendiri gak bisa putusin sendiri. Sholat 5 waktunya tidak pernah tinggal, dia juga sering melakukan tilawah al quran…Meski seorang supir truk, ternyata dia mempunyai kriteria untuk menjadi seorang qawwam dalam rumah tangga. Dan nanik yakin bahwa dia tidak salah memilih org.

Org tua nanik sempat beberapa kali mengusirnya, dia tidak pernah marah atau dendam. Malah menurut nanik dia sempat berkata “Dik, jodoh itu di tangan Allah, kalau memang kita berjodoh, maka Allah akan memudahkan urusan kita, adik tidak boleh bicara kasar dan menentang ortu…terkadang mas berpikir kalau ortu adik ada benarnya juga…” itu keluar dari bibir seorang supir truk. Aku saja mungkin tidak pernah bisa mengeluarkan kata2 bijak seperti itu…

Nanik terus bersikeras, bahkan sempat ngancam gak mo merit kalo gak sama si supir truk….(nekat banget memperjuangkan cinta..^^). Dan ortunya gak bisa berbuat apa2, akhirnya restu itupun keluar.

Hingga kini mereka cukup berbahagia…Dan kejadian itu benar2 telah membuka mataku bahwa seseorang tidak bisa di nilai dari kulit luarnya saja.

Celoteh Bocah

Posted on 2 Maret 2008 by zasachi.
Categories: Catatan Perjalanan.

Kadang celoteh seorang bocah bisa mengocok perut kita, atau bahkan bisa membuat kita tertawa terpingkal2, itu juga yg aku alami..kalo ingat dgn cerita ini kadang aku suka senyum2 sendiri.. Ceritanya, Heru punya sepupu (Heru ini teman kuliah Ozi, adikku) yang masih balita…namanya Ivan, umur si Ivan ini lom genap juga lima taon. nah bokapnya Ivan sodara kandung gitu sama Bokapnya Heru…(sampai sini bingung gak? :D)

Bokap Ivan bekerja sebagai pekerja bangunan pada proyek2 pembuatan ruko2  ato bangunan2 perkantoran geto, pada saat poyek lagi sepi, iseng2 dia mencoba membuat tempe dan memasarkannya, gak di sangka neh usahanya maju pesat, malah dia punya banyak pelanggan, merasa lebih cocok dgn usahanya, dia lebih serius dgn bisnis barunya dan malah berencana berhenti jadi pekerja bangunan dan mo serius mengembangkan usahanya…(Subhanallah, rizki Allah ternyata luas sekali bagi hamba2nya yg mo berusaha). Lucunya di mana?

Suatu hari dgn uang seribu rupiah di tangannya Ivan berjalan menuju warung terdekat, niatnya mo jajan geto…Si pemilik warung udah senyum2 saat melihat bocah itu, kata Ozi yg pernah liat neh bocah, Ivan itu bocah yg menggemaskan…begitu tiba di warung si pemilik lgsg menyapa “Ivan, mo beli apa?” belum sempat dia menjawab pertanyaan si pemilik warung, konsentrasinya lgsg buyar saat mendengar suara motor bokapnya…(Neh mgkn akibat ikatan emosional anatara Bapak dan putranya, sampe2 suara motor juga bisa di kenali seorang bocah….:D) Ternyata benar, itu motor bokapnya. Dia jadi mengurungkan niatnya buat jajan dan berdiri di pinngir jalan sambil menunggu motor mendekat, dan begitu mendekat dia lgsg teriak…”Ayaaahh…..” dgn bangga…

Tp, tunggu dulu…bokapnya sama sekali gak berhenti…eh bukannya gak mo berhenti, tp karena kekencangan…jadi pas ngerem kelewatan dah si Ivan… tanpa turun dari sepeda motornya, sang Ayah hanya menoleh ke belakang (melihat Ivan), sambil tersenyum berkata: “Eh, Ivan…mo jajan ya? Ayah kerja dulu ya nak…” kemudian kembali menstarter motornya dan ngngngngng…..brm…brm….berlalu meninggalkan Ivan.

Ivan kembali ke warung, kemudian ngomong ke pemilik warung…”Ayahku itu sombong banget…baru juga jualan tempe…”dengan wajah masam…Mendengar celoteh Ivan, si pemilik warung cekikikan tertawa…mgkn karena komentar itu keluar dari bibir mungil seorang bocah, dan sepertinya Ivan sakit ati banget di cuekin…. Cerita ini lgsg sampai ke org tua Ivan, semuanya tertawa….begitu juga dgn Ayahnya…

Aku gak tau pasti gmn cara sang Ayah menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud sombong ke Ivan. Yg jelas aku juga ikutan cekikikan waktu Ozi cerita ke aku….Hati2 bersikap dgn bocah, mereka sangat peka…:D:D

Seperti Apa Ya Sekarang?

Posted on 17 Februari 2008 by zasachi.
Categories: photo.

yayank.jpg

(ki-ka: Yayank, Ayif, Incen, Dini & her hubby “Ewink”) 

Ini pict dari Yayank..ngiri banget deh,  anak2  Marine masih bisa pada ngumpul. Tuh..ada si Ewink juga ma istrinya Dini. Sebelum pict ini di ambil, Ewink emang udah ngundang buat acara walimahannya dia. Sayang, aku gak bisa datang, pekerjaan dgn sistem shifting ini membuat aku gak punya waktu di sabtu-minggu dgn leluasa. Waktu itu Ewink emang ada ngomong kalo bobotnya nyaris nambah…:D

 gendut.jpg

 

 

 

 

Yang ini ada gambar nya Mowo. :D Mgkn cm Mowo yg gak berubah, masih kurus, tinggi lansing kaya dulu..:D Om Incen ma Mowo kabarnya udah nyelesaiin kuliahnya, tinggal nunggu wisuda. Atau2 jgn2 feb ini mereka wisuda, secara kan acara wisuda-an di kampus binawidya itu jatuh pada bulan Feb, Juli dan Oktober…(kalo gak salah neh..)

Jetty in Memory

Posted on by zasachi.
Categories: photo.

Jetty dalam kenangan

ini pict di ambil di tahun 2000, waktu kita2 lagi mengikuti OPPS di Marine Station Dumai. Kalo gak salah yg ngambil si Akang, teman yg berasal dari Bandung. Aku duduk paling depan bareng Muten. Setelah kembali ke Pekanbaru, semua anak2 heboh..gak nyangka aja hasilnya lumayan keren. Gimana enggak? Mengingat senior2 IK yg lumayan jahil ngerjain kita pas acara penutupan. Mulai dari jam 3 pagi, aku ingat betul gmn aku dengan bulu kuduk merinding harus menyusuri gelapnya kawasan mangrove Marine Station hingga mencapai Jetty.

Kabar terakhir yg aku tau, tuh jetty udah roboh… sedih banget kalo ingat gmn dengan adik2 junior sekarang. Padahal melihat purnama di jetty itu asyik banget, mereka pasti tidak dapat menikmati hal2 mengagumkan dimalam hari saat bermalam di jetty (yg terakhir ini lom pernah aku lakukan, gak tahan bo…udaranya dingin banget…)

Well, aku baru sadar kalau setiap punya blog, ujung2nya pasti deh cerita marine, cerita blog manis..atau cerita para penghuninya. Heran… 2,5 tahun di sana pengaruhnya luar biasa di kehidupanku….Sehingga setiap memory yg indah selalu di penuhi dgn kenangan di blok manis dan marine station…:)

Kenapa Dgn Aku Sekarang

Posted on 10 Februari 2008 by zasachi.
Categories: Tak Berkategori.

“Assalamu’alaikum. LQ hari ini di alihkan untuk mengikuti tabligh akbar bersama Menpora di gedung juang, sebarkan. Jazakillah.” Itu bunyi sms dari Kak Ani, murobbiku (meski aku kurang yakin apakah sampai sekarang status beliau maih murobbiku…:)). Aku tau sms itu sebenarnya bukan ditujukan buatku. Kak Ani pasti salah mengirimkannya. Seperti awal2 keberadaanku di Binjai, gak hanya salah kirim sms Kak Ani juga pernah menelpon hanya untuk tanya “gimana dgn maslah konsumsinya?”. Aku malah balik bertanya, “konsumsi??”. Dan dia menjawab, “ya, untuk acara besok..”dengan nada ramah dia menjelaskan. “Kak, ini aku Liza Medan..” dengan suara lemah, malah aku sendiri nyaristidak mendengar suaraku. Sengaja ku sebut Medan untuk lebih meyakinkan dirinya bahwa dia salah menghubungi org. “Masya Allah….” dia menyadari kekeliruannya, minta maaf dan telp di tutup. haruskah minta maaf?

Aku hanya berfikir pasti ada “Liza” lain yang menjadi adik binaanya. Jika tidak, kenapa begitu sering dia salah mengirimkan sms.

Ppfff… Berarti hari ini Adhyaksa Dault sedang berada di Pekanbaru. Hmm…jauh di lubuk hatiku ada iri. Iri pada saudari2ku yg mungkin saat ini pada sibuk buat janjian ketemu di mana dan berangkat ke gedung juang barengan. Bukan karena kehadiran Menpora, tp lebih dari itu..hingga saat ini mereka masih bisa mengikuti kajian2 dari murobbi bersama-sama. Mereka berani mengambil keputusan buat tetap berada di Pekanbaru setelah menyelesaikan study mereka. Tidak seperti aku, malah pulang kampung…dan bukan lagi gejala, tp udah lebih parah dari futur..(Astaghfirullah…)

Ppffff…

dan seperti biasa, aku tidak pernah membalas sms nya untuk sekedar bilang “salah kirim kak..ini aku Liza yg di Medan”. Aku tidak melakukannya. Aku takut, jika tau dia malah akan merubah format namaku di phoone book  ponselnya , sehingga dia tidak akan mengulangi kesalahan salah kirim sms itu. karena itu berarti aku akan benar2 terlupakan.. Betapa egoisnya aku? tapi itu jauh lebih baik dari pada apa yg aku takutkan benar2 terjadi…

Kenapa dgn aku sekarang?

Nothing Special

Posted on 3 Februari 2008 by zasachi.
Categories: Tak Berkategori.

waktunya mapet banget..

test dulu ya….